google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Sukses FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang di Amfoang Timur, Butuh Nyali untuk ke Sana

FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang Selesai digelar, SMAN 1 Kupang Timur Juara Umum

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Se-Kabupaten Kupang melalui panitia yang diketuai Farid A. Mere, S.Sos.,MM., Kepala SMAN 1 Amfoang Timur telah selesai melaksanakan Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMA Se-Kabupaten Kupang pada 7 hingga 9 April 2022 bertempat di SMAN 1 Amfoang Timur, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.

Ada 7 jenis mata lomba yang diikuti para siswa, yakni; Lomba Debat Bahasa Indonesia, Lomba Debat Bahasa Inggris, Lomba Cipta dan Baca Puisi, Lomba Solo Vokal, Lomba Monolog, Lomba Gitar Solo, dan Lomba Tari Berpasangan. Lomba Debat Bahasa Indonesia diikuti 37 tim, Lomba Debat Bahasa Inggris diikuti 16 tim, Lomba Cipta dan Baca Puisi diikuti 61 peserta, Lomba Monolog diikuti 26 peserta, Lomba Tari Berpasangan diikuti 34 pasangan, Lomba Gitar Solo diikuti 17 peserta, dan Lomba Solo Vokal diikuti 40 peserta pria dan 55 peserta putri.

2 tim sementara mengikuti lomba Debat Bahasa Indonesia.

Pantauan media ini, Lomba Vokal Solo dan Gitar Solo dilaksanakan di aula kantor kecamatan Amfoang Timur yang lokasinya tidak jauh dari SMAN 1 Amfoang Timur. Sementara pelaksanaan 5 mata lomba yang lain berlangsung di dalam lokasi sekolah. Pelaksanaan lomba berlangsung selama 2 hari kegiatan, sejak Jumat (08/04) pagi setelah upacara pembukaan dilaksanakan hingga Sabtu (09/04) siang.

Sebenarnya, hanya Lomba Solo Vokal yang berlangsung 2 hari akibat banyaknya peserta pada mata lomba tersebut. Hingga Jumat tengah malam, masih banyak peserta yang belum mendapat giliran tampil sehingga dilanjutkan pada Sabtu sejak pagi hingga siang hari. Padahal sesuai rencana, seluruh kegiatan lomba sudah harus selesai dilaksanakan pada Jumat. Akibatnya, banyak peserta dari banyak sekolah yang tidak sempat mengikuti seremonial penutupan kegiatan FLS2N. Mereka sudah harus pulang secepatnya karena harus seharian menempuh perjalanan pulang seperti saat datang ke Amfoang Timur.

Seperti yang diketahui media ini, sempat timbul perdebatan akibat penolakan dari guru pendamping peserta salah satu sekolah terhadap hasil penilaian juri pada pelaksanaan mata lomba Debat Bahasa Indonesia. Juga ada komplain yang tidak ditunjukkan secara terbuka dari sejumlah peserta Lomba Solo Vokal yang menilai kualitas penampilan peserta dari sekolah mereka jadi tidak maksimal karena tampil saat larut malam.

Meski begitu, keseluruhan hasil penilaian juri diterima oleh seluruh peserta lomba. Berikut adalah hasil FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang tahun 2022 yang diterima media ini dari Ketua Panitia, Farid A. Mere pada Minggu (10/04/2022) sore.

Untuk Lomba Debat Bahasa Inggris, peringkat terbaik 1 hingga 3 berturut-turut adalah tim yang berasal dari SMAN 1 Kupang Timur, SMAN 2 Sulamu, dan SMAN 1 Taebenu. Sementara peringkat harapan 1 hingga 3 berturut-turut diraih tim yang berasal dari SMAN 2 Kupang Timur, SMAN 1 Amfoang Selatan, dan SMAN 1 Kupang Timur.

Pada mata lomba Debat Bahasa Indonesia, tim yang mendapat peringkat terbaik  1 hingga 3 berturut-turut adalah tim yang berasal dari SMAN 1 Fatuleu, SMAN 1 Kupang Tengah, dan SMAN 2 Kupang Timur. Sementara tim yang meraih peringkat harapan 1 hingga 3 berturut-turut adalah tim yang berasal dari SMAN 2 Kupang Timur, SMAN 1 Kupang Timur, dan SMAN 1 Amfoang Barat Daya.

Pada mata lomba Cipta dan Baca Puisi, peringkat terbaik 1 hingga 3 dan harapan 1 hingga 3 secara berturut-turut diperoleh peserta yang berasal dari SMAN 2 Kupang Timur, SMAN 1 Amfoang Timur, SMAN 1 Taebenu, SMAN 1 Taebenu, SMAN 1 Amabai Oefeto, dan SMAN 3 Kupang Timur.

Pada mata lomba Solo Vokal, peringkat terbaik 1 hingga harapan 3 untuk kategori Solo Vokal Putra secara berturut-turut diperoleh peserta yang berasal dari SMAN 1 Amfoang Timur, SMAN 1 Kupang Timur, SMAN 3 Kupang Timur, SMAN 1 Amarasi, SMAN 1 Amarasi Selatan, dan SMAN 2 Amarasi. Sementara peringkat terbaik 1 hingga harapan 3 untuk kategori Solo Vokal Putri secara berturut-turut diperoleh peserta yang berasal dari SMAN 1 Nekamese, SMAN 1 Kupang Timur, SMAN 1 Kupang Timur, SMAN 3 Kupang Timur, SMAN 1 Amfoang Timur, dan SMAN 1 Taebenu.

Pada mata lomba Monolog, peringkat terbaik 1 hingga 3 dan harapan 1 hingga 3 berturut-turut diperoleh peserta yang berasal dari SMAN 1 Amabi Oefeto, SMAN 1 Amarasi, SMAN 1 Amfoang Barat Daya, SMAN 2 Kupang Timur, SMAN 1 Amfoang Timur, dan SMAN 2 Fatuleu.

Pada mata lomba Gitar Solo, peringkat terbaik 1 hingga 3 dan harapan 1 hingga 3 berturut-turut diperoleh peserta yang berasal dari SMAN 1 Amarasi Timur, SMAN 2 Nekamese, SMAN 2 Fatuleu, SMAN 1 Kupang Timur, SMAN 2 Fatuleu, SMAN 3 Amarasi Selatan.

Sementara pada mata lomba Tari Berpasangan, peringkat terbaik 1 hingga 3 dan harapan 1 hingga 3 berturut-turut diperoleh peserta yang berasal dari SMAN 2 Fatuleu, SMAN 1 Fatuleu, SMAN 1 Nekamese, SMAN 1 Amfoang Selatan, SMAN 4 Takari, dan SMAN 1 Amabi Oefeto.

Dengan demikian, SMAN 1 Kupang Timur merupakan SMA yang menjadi juara umum dalam FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang pada tahun 2022. Mereka mendapat kategori peringkat pada beberapa mata lomba.

Rombongan Tiap Sekolah disambut Tarian, Upacara Pembukaan dipimpin Anggota TNI

Panitia FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang tahun 2022 menyambut secara khusus rombongan setiap sekolah saat tiba di lokasi SMAN 1 Amfoang Timur.

Masing-masing rombongan disambut tarian tradisional Timor saat tiba di lokasi sekolah. Panitia juga mengalungkan selendang kepada tiap kepala sekolah dari masing-masing sekolah.

Panitia sementara menyambut salah satu kontingen sekolah peserta yang tiba.

Karena rombongan dari tiap sekolah tidak tiba bersamaan, hampir sepanjang hari pada Kamis (07/04/2022) itu Farid bersama rekan-rekan guru serta sejumlah siswa yang melakukan tarian penyambutan disibukkan dengan acara penyambutan.

Persis seperti saat penyambutan masing-masing rombongan, upacara pembukaan kegiatan FLS2N pada Jumat (09/04/2022) pagi juga berlangsung meriah. Dari luar halaman sekolah, seluruh peserta FLS2N melakukan parade saat masuk ke lapangan upacara di halaman SMAN 1 Amfoang Timur. Sejumlah murid dari sekolah tuan rumah yang menampilkan atraksi permainan drum band memimpin masuknya barisan dari masing-masing sekolah. Sejumlah penari asal SMAN 1 Amfoang Timur juga menampilkan 2 tarian tradisional asal Alor yang cukup menarik perhatian. Banyak peserta upacara yang mengenakan busana daerah sehingga suasana upacara pembukaan kegiatan FLS2N jadi semarak.

Baca Juga  Menilik Bayangan dan Jejak Buruh

Turut hadir dalam upacara pembukaan, Camat Amfoang Timur bersama kapolsek Amfoang Timur dan anggotanya serta pihak TNI Pasukan Pengaman Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL Oepoli dan Pihak TNI yang berada di Pos Angkatan Laut Oepoli. Upacara pembukaan kegiatan FLS2N sendiri dipimpin oleh Sertu Julius Ataupah, salah satu personil TNI Pamtas RI-RDTL Oepoli.

Sertu Julius Ataupah saat memimpin upacara pembukaan kegiatan FLS2N.

Ketua MKKS SMA Se-Kabupaten Kupang, Sepy Manafe, S.Pd.,MM. sebagai pembina upacara saat menyampaikan sambutannya untuk membuka kegiatan FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang mengapresiasi upaya dan semangat para peserta FLS2N yang berusaha sampai ke SMAN 1 Amfoang Timur yang medan jalannya terbilang sulit.

“Dalam kegiatan FLS2N di wilayah lain yang jauh dari sini, SMAN 1 Amfoang Timur selalu ikut. Kali ini kita juga datang ke sini. Ini membuktikan kepada teman-teman kita di SMAN 1 Amfoang Timur bahwa mereka tidak sendiri. Kita juga bersama dengan mereka.” kata Manafe.

Sepy Manafe, Ketua MKKS SMA Se-Kabupaten Kupang saat menjadi pembina upacara pembukaan kegiatan FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang.

Manafe juga mengharapkan agar para peserta FLS2N tetap sportif dan menerima hasil sesuai penilaian juri sebab selain dewan juri melakukan penilaian secara objektif sesuai kompetensi mereka, juga tidak ada intervensi dari panitia dan pihak tertentu. Manafe meminta agar pihak sekolah, entah mendapat juara atau tidak, tetap mengembangkan diri untuk mengikuti seluruh mata lomba yang ada pada FLS2N tahun berikutnya.

14 Juri dilibatkan, Ada Rohaniawan Protestan dan Katolik

Sejumlah 14 orang dilibatkan sebagai dewan juri dalam kegiatan FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang tahun ini. Mereka berasal dari pihak luar, bukan sesama guru SMA, agar diharapkan objektif dalam melakukan penjurian.

Yang melakukan penjurian dalam lomba debat bahasa Indonesia adalah Maria Rosalinda Talan, S.Pd.,MPd., Joni Soleman Nalenan, S.Pd.,M.Hum., dan Melky Joni Ulu, M.Th. Daniel Frengki Kamalongko, S.Pd., Noven Kuanan, S.Pd., dan Yanuarius Seran, S.Pd.,M.Sc. menjadi juri dalam debat bahasa inggris. Juri dalam lomba solo vokal adalah Chandra Fanggidae, S.Pd., Chesy A. Patty, S.Pd.,Gr., dan Yandriani K. R, S.Pi.,MM. Sementara Abdi Keraf, S.Psi.,M.Si., Elfira S. S. Kette, S.Pd., M.Pd., dan Januario Gonzaga, Pr.,S.Fil. melakukan penjurian pada mata lomba cipta dan baca puisi serta monolog. Yang menjadi juri dalam lomba tari berpasangan hanya 2 orang, yakni Yosefina Metan, S.Pd., M.Pd., dan Eldi Natonis, S.Pd.

2 orang diantara para juri adalah rohaniawan. Melky Joni Ulu, M.Th., salah satu juri dalam lomba debat bahasa indonesia adalah pendeta di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Saat ini Melky menjabat Ketua Majelis Klasis Amfoang Utara. Sementara Januario Gonzaga, Pr. S.Fil., salah satu juri pada lomba cipta dan baca puisi serta monolog adalah salah satu pastor yang bertugas di Paroki Sta. Maria Materdei Oepoli saat ini.

Kerja Keras Panitia

Sejumlah 950 orang, yakni siswa peserta FLS2N serta kepala sekolah dan para guru pendamping yang berasal dari dari 47 SMA yang mengikuti kegiatan FLS2N tahun ini di SMAN 1 Amfoang Timur. Diluar tuan rumah, ada 900 an orang yang harus diterima oleh pihak SMAN 1 Amfoang Timur sebagai panitia penyelenggara kegiatan.

Farid A. Mere, ketua panitia FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang ketika menyampaikan laporannya saat upacara pembukaan kegiatan FLS2N.

Karena itu, jauh-jauh hari panitia sudah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan FLS2N tahun ini. Koordinasi bersama pihak kecamatan, pihak keamanan, pihak kesehatan, maupun pihak pemerintah desa dan tokoh masyarakat dilakukan oleh panitia. Masing-masing rombongan dilayani dengan baik dan ramah ketika tiba di titik lapor pertama yang berada di Pos Sungai, salah satu pos TNI Pamtas RI-RDTL yang jaraknya sekira 17 kilometer dari lokasi SMAN 1 Amfoang Timur.

Saat tiba di titik lapor kedua yang berada di depan pos polisi dan salah satu pos TNI Pamtas RI-RDTL, masing-masing rombongan sudah mendapat informasi tempat menginap. Sejumlah fasilitas publik maupun rumah warga telah disiapkan sebagai tempat menginap. Kepentingan penginapan tiap rombongan sekolah sudah diatur dengan baik.

Untuk kebutuhan makan dan minum peserta, panitia harus bekerja sangat keras. Tidak mudah untuk melayani kebutuhan makan dan minum lebih dari 1000 orang selama beberapa hari kegiatan. Dikoordinir Novi Nggadas, salah satu guru di SMAN 1 Amfoang Timur, sejumlah warga dan siswa SMAN 1 Amfoang Timur secara bergiliran membantu menyiapkan snack dan makan bagi 950 peserta dan sejumlah pihak terkait yang terlibat. Pada Jumat dan Sabtu, kesibukan di dapur umum sudah dimulai sejak dini hari. Mereka baru bisa beristirahat saat malam setelah peralatan makan dan masak dibersihkan sesudah peserta selesai makan malam. Selama kegiatan, Novi Nggadas bahkan tidak pernah pulang ke rumahnya yang berjarak sekira 7 kilometer dari sekolah.

Semua guru di SMAN 1 Amfoang Timur juga sama sibuknya dengan Novi Nggadas. Masing-masing dari mereka punya kerja dan tanggungjawabnya sendiri-sendiri dalam tiap seksi. Meski kelelahan, mereka terus berusaha agar melayani peserta dengan baik. Farid A. Mere kepada media ini sempat bercerita, dirinya sampai kelelahan dan hampir batal puasa pada Kamis ketika rombongan secara tidak bersamaan tiba di lokasi sekolah.

Baca Juga  Pemuda Amfoang Rayakan Hari Sumpah Pemuda di Amfoang Timur

Selama 3 hari itu, para guru dan Kepala SMAN 1 Amfoang Timur memang sibuk luar biasa. Mereka bekerja sangat keras. Mereka lelah, tetapi tetap memiliki semangat untuk menyukseskan hajatan FLS2N tahun ini.

Butuh Nyali untuk Sampai Amfoang Timur

Saat semua peserta bergerak menuju ke Amfoang Timur pada Kamis (07/04/2022), jalur jalan yang melewati pantai utara Amfoang tidak bisa dilewati karena ada dump truck yang terjebak material longsor di gunung putih sehingga menutup akses dari dan ke Amfoang Timur saat itu. karena itu, semua peserta selain peserta yang berasal dari SMAN 1 Amfoang Barat Daya, SMAN 1 Amfoang Barat Laut, SMAN 1 Amfoang Utara, dan SMAN 2 Amfoang Timur harus melewati ruas jalan yang melewati Soe di Kabupaten TTS dan Eban di Kabupaten TTU sebelum masuk ke Amfoang Timur melalui kampung Mamlasi yang berbatasan dengan wilayah TTU.

Hampir semua peserta FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang belum pernah ke Amfoang Timur. Banyak dari mereka mengakui, baru pertama kali melalui jalanan yang ekstrim. Yang melewati jalur Kapan di TTS sebelum masuk ke Eban untuk menuju ke Amfoang Timur, turunan dan tanjakan yang ada di jalur Bijeli sepanjang sekira belasan kilometer sudah cukup untuk bikin nyali jadi ciut. Tidak hanya berlubang dan berbatu, kelokan yang ada di tengah turunan atau tanjakan membuat pengemudi harus ekstra hati-hati. Salah-salah, kendaraan bisa terguling.

Turunan panjang di Oel Muke hingga Oelbinose juga bikin nyali jadi ciut bagi yang baru pertama kali lewat jalur tersebut. Turunan panjang pada jalan tanah berlubang yang dipenuhi bebatuan lepas membuat kendaraan harus terseok-seok saat menurun. Turunan panjang itu melewati padang sabana yang luas sehingga mata dapat menjangkau bagian yang jauh dibawah gunung. Saat bertemu beberapa peserta ketika tiba di Amfoang Timur, mereka bercerita bahwa saat melewati turunan Oelbinose itu mereka membayangkan, seandainya rem blong pada titik tertentu, kendaraan dapat terguling hingga jauh ke bawah.

Pengalaman paling buruk selama perjalanan ke Amfoang Timur dialami oleh rekan-rekan guru dan kepala sekolah serta 2 siswa peserta FLS2N dari SMAN 2 Nekamese. Terkecoh oleh google maps mereka harus melewati jalur jalan yang melalui Desa Mutis. Jalur itu baru saja dibuka dan sebenarnya tidak bisa dilalui kendaraan roda 2 sekalipun.

Berikut adalah kisah yang disampaikan salah satu guru pendamping siswa peserta FLS2N ketika terkecoh oleh google maps dan melewati jalur tersebut:

Kami yang mewakili SMA Negeri 2 Nekamese mengikuti kegiatan FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang berjumlah 5 orang. 2 siswa peserta atas nama Maychel Anjally Dami (lomba Cipta & baca puisi) dan Titi Trofimus Mau (lomba solo gitar), dua guru pendamping atas nama Omri Mau, S.Pd (guru pendamping lomba cipta & baca puisi) dan Ofis Aljolis Benu, S.Pd (guru pendamping lomba gitar solo), serta kepala sekolah Alexander Lasi, S.Pd.

Perjalanan kami dimulai dari sekolah paling selatan kabupaten Kupang (Kec. Nekamese) menuju ke sekolah paling timur di Kabupaten Kupang ( Kec. Amfoang Timur, batas negara).

Peserta FLS2N dari SMAN 2 Nekamese, mereka harus melewati jalur yang sangat ekstrim karena terkecoh google maps.

Perjalanan sangat jauh. Kami memilih untuk menggunakan sepeda motor karena 2 siswa dan 1 guru pendamping tidak bisa menumpangi mobil sebab mudah mabuk kendaraan, dan kami merasa lebih mudah ketika mengalami kesulitan dalam perjalanan jika menggunakan sepeda motor.

Kami berlima menggunakan 3 sepeda motor. Kami mulai berangkat dari tempat kami (SMAN 2 Nekamese) pada hari Rabu (07 April 2022) pukul 4 subuh dan tiba di Soe pukul 7 pagi, lalu menginap/ istirahat di rumah saudara yg ada di Soe untuk melanjutkan perjalanan ke Amfoang Timur pada esok hari (Kamis 7 April 2022).

Tepat pada Kamis pukul 7 pagi, kami mulai berangkat dari Soe menuju SMAN 1 Amfoang Timur. Kami sama sekali belum pernah ke Amfoang Timur maka kami memilih untuk menggunakan google maps. Maps mengarahkan kami untuk melewati bukit cagar alam Mutis. Seperti diketahui bahwa ke Amfoang Timur jalan yg bagus bisa dilewati melalui jalur Eban, namun ketika kami menelusuri di google maps, ternyata tidak ada akses melalui Eban. Jalur melalui Mutis saja yg terdaftar sehingga kami memilih untuk melewati jalur Mutis sesuai petunjuk google maps.

Keyakinan kami semakin kuat ketika sampai pada wisata alam Mutis, suasana pemandangan alam dan udara yang sejuk seolah mengijinkan kami terus dalam menyusuri jalan itu. Sampailah kami di cagar alam Mutis. Jalan yang beraspal mulai tak terasa, mulai lah kami melalui jalan yang hanya dibuatkan sertu tanah. Sampai pada Desa Nenas kami mulai merasa sesuatu yang berbeda karena tak satupun rombongan kontingen dari sekolah lain yang mengikuti kami. Tapi kami terus memacu sepeda motor karena google maps terus mengarahkan kami.

Masih di Desa Nenas, kami mulai menemukan jalan beraspal. Keyakinan kami semakin kuat lagi bahwa jalan ini bisa dilalui, namun ternyata jalan beraspal itu hanya 1 km. Setelah melewati jalur aspal tersebut, kami mulai menemukan jalan yg sangat menantang, tanjakan yang semakin tinggi dan turunan yang sangat tajam. Terpaksa kami menurunkan siswa kami untuk berjalan kaki.

Tibalah kami di Desa Mutis. Jaringan internet hilang. Setiap kami bertemu masyarakat sekitar Desa itu mereka katakana, “jalannya baik dan bisa dilewati hanya ada jalan yg berlubang, tapi bisa lewat”.

Terus kami jalan dan semakin kuat keraguan kami untuk kembali, namun satu teman kami meyakinkan, “kita teruskan perjalanan. Kita kembalipun, kita akan lebih susah karena jarak yg kita tempuh sudah sangat jauh”.

Jaringan internet putus, google maps tidak dapat digunakan. Teruslah kami jalan dan bertanya pada masyarakat setempat. Kata mereka sama, “jalannya baik dan bisa dilewati hanya ada jalan yang berlubang, tapi bisa lewat”. 

Kami jalan dan akhirnya nyasar namun ada seorang bapak berjalan menuju hadapan kami, lalu kami bertanya. Katanya ” bapak dong su lewat jauh nanti kembali 300 meter serong kiri”.

Kami berbalik dan dan mencari jalan itu, akhirnya kami temukan, namun jalan itu bukan jalan yg baik seperti umumnya, kelihatanya seperti jalan setapak/jalan tikus, tapi kami terpaksa terus jalan melewati jalur itu yang sangat ekstrim dan sangat menantang. Untuk kembalipun sudah sangat jauh.

Sudah di pertengahan jalan setapak itu, banyak pepohonan besar, hutan yg padat tumbuhannya dan gunung yang berbatu. Kepsek kami Alexander Lasi dengan Honda CRF-nya lebih dulu mengecek jalur itu sejauh 1 KM, lalu kembali lagi mendapati kami, katanya “kita kembali pulang karena jalannya tidak bagus, berbatu dan sangat ekstrim”.

Namun satu teman kami meyakinkan lagi, katanya mengutip ayat Allkitab, “Bangsa Israel keluar dari Mesir dan 40 tahun lamanya mereka di padang gurun namun sampai juga di tanah perjanjian. Kita hanya satu hari saja melalui jalur ini masa kita tidak bisa”. Sungguh sangat berbeda dan sangat menguatkan kami untuk meneruskan perjalanan.

Teruslah kami berjalan sekitar 2 KM dan bertemu dengan 2 orang masyarakat desa itu lalu kami bertanya kata mereka. mereka menjawab, “Kaka dong jalan sa jaraknya sekitar 2 KM jalannya tidak Bae tapi bisa lewat pake motor nanti di sekitar situ Kaka dong ketemu ekskavator lagi kerja jalan, sampai di situ su bisa lihat jalan Eban menuju Oepoli.”.

Terus kami berpacu. Akhirnya benar, 2 KM kami menemukan ekskavator yang lagi kerja membuka jalan.

Jalur yang dikerjakan ekskavator itu baik adanya. Kami melewatinya dengan penuh bahagia karena dengan mudah kami akan sampai pada tujuan kami. Terus kami menarik gas motor kami, dan sampailah kami pada satu jalur bukit yg sangat ekstrim. Turunannya sangat tajam. Kalau kami paksa melewatinya dengan mengendarai sepeda motor kami, nyawa adalah taruhannya. Akan tetapi mungkin Tuhan sudah menyiapkan orang yang menolong kami.

Masih di jalan berbukit dan menurun itu, ada seorang bapak bejalan mendaki gunung itu dengan tarikan napas yang sangat kelelahan menghampiri kami. Katanya, “Kalian jangan paksa naik motor. Turun dan dorong motor saja sambil orang di belakang bantu tarik dari belakang karena sejak ini jalan dibuka baru kalian saja yang baru lewati ini jalan”. Dengan penuh ketakutan kami harus melewati jalur itu mengikuti arahan dari bapak itu. Kami juga dibantu olehnya.

Setelah kami melewati jalan menurun itu, bertemulah kami dengan orang-orang proyek pekerja jalan itu, masyarakat tempat itu yang mengarahkan kami dan membantu kami. Kami pun sampai pada jalur Eban, Kefa menuju Oepoli (Kec. Amfoang Timur). Sampai di situ kami beristirahat dari kelelahan kami dengan rasa senang di sebuah kios yang tepat berada di ujung jalur Eban, Kefa ke Oepoli. Kami bertanya pada pemilik kios tersebut, dan dia menjawab, belum ada kontingen yg lewat, hanya baru kami saja yang sampai lebih dulu. Kami beristirahat. Tak lama kemudian kontingen yang menempuh jalur Eban mulai berdatangan mulai SMAN 1 Nekamese kemudian disusul yang lainnya.

Kami sudah cukup beristirahat, lalu mulai lagi perjalanan, akan tetapi sekitar 200 meter kami melaju tiba-tiba ban motor kepala sekolah pecah. Sudah di tambal tapi dalam perjalanan ke SMAN 1 Amfoang Timur pecah lagi. Kami mencari bengkel ban, ditambal lagi dan akhirnya kami tiba di tempat tujuan kegiatan lomba FLS2N dengan hati yg penuh semangat dan gembira.

Kegiatan FLS2N berakhir di hari sabtu. Kami mulai bersiap untuk pulang namun sepeda motor Honda CRF yang digunakan kepala Sekolah kami bannya pecah lagi, jari- jarinya juga patah sebanyak lima, maka kami memutuskan untuk menggantung motor tersebut pada mobil truk kontingen SMA Negeri Sulamu, kemudian kami pulang berempat menggunakan dua sepeda motor menempuh jalur Eban, kapan menuju Soe dan lanjut ke Kupang dengan tanpa penyesalan karena dari dua siswa kami peserta lomba, satunya lolos juara 2 pada lomba gitar solo.

***

Baca Juga  Remisi 2 Bulan untuk Djoko Tjandra di Momen HUT ke-76 RI

Syukur pada Tuhan YME patut kita panjatkan karena tidak ada kejadian berbahaya yang menimpa peserta FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang tahun ini.

Hingga tulisan ini dipublikasi, penulis tidak mendengar ada peserta yang mengalami musibah selama pergi dan pulang dari Amfoang Timur. Hanya banyak foto berlatar pemandangan indah sepanjang jalanan yang ekstrim itu yang penulis lihat pada beranda facebook banyak rekan guru. Meski begitu, kesan pada jalanan yang ekstrim sepanjang pergi dan pulang dari Amfoang Timur tetap membekas dan juga diceritakan oleh beberapa kawan. Memang butuh nyali untuk ke Amfoang Timur. (Simon Seffi, Guru di SMAN 2 Fatuleu Barat)

Komentar

News Feed