google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

SUFa Ambal Tantang Direktur BUMDES Oelfatu ‘buka-bukaan’

Sejumlah pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Nun Mafo Desa Oelfatu di Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, didampingi beberapa pengurus Solidaritas Pemuda Amfoang (SUFa) tingkat Kecamatan Amfoang Barat Laut (Ambal) menantang Direktur BUMDES Nun Mafo Desa Oelfatu agar berani menggelar rapat terbuka yang melibatkan seluruh pengurus BUMDES Nun Mafo termasuk Dewan Pengawas dan Penjabat Sementara (PJs) Kepala Desa Oelfatu sebagai Komisaris untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan BUMDES Nun Mafo Desa Oelfatu.

Kepada Suara Amfoang pada Selasa (27/10/2020) malam, Elisa Edison Taneo, Sekretaris SUFa tingkat Kecamatan Ambal juga mengaku siap bersama para pengurus SUFa di Ambal untuk terlibat dalam rapat dimaksud.

Menurut Taneo, mesti ada forum terbuka yang melibatkan semua elemen masyarakat Desa Oelfatu untuk melakukan evaluasi yang mendalam terhadap pengelolaan BUMDES Nun Mafo karena banyak masyarakat menilai bahwa ada sikap tidak terbuka Direktur dan salah satu pengurus dalam mengelola aset desa dan keuangan BUMDES kepada mayoritas pengurus termasuk kepada PJs Kepala Desa Oelfatu sebagai Komisaris BUMDES Nun Mafo.

Baca Juga  Guru PAUD di Desa Kolabe Terima Insentif Rp750 Ribu Setiap Bulan

“Banyak masyarakat mengadu pada kami bahwa mereka selalu membayar biaya sewa penggunaan kursi plastik, tenda jadi, traktor, rontok, mesin hisap air, maupun kendaraan pikap langsung kepada Direktur BUMDES atau salah satu pengurus yang lain tetapi mereka tidak tahu perkembangan keuangannya seperti apa karena tidak pernah ada forum terbuka yang melibatkan mereka-mereka yang kritis untuk melakukan evaluasi.” kata Taneo.

Taneo menambahkan, uang senilai 154 juta rupiah yang mereka ketahui digunakan hanya untuk usaha kios desa atau disebut warung serba ada (waserda) juga dicurigai berpotensi dikelola dengan buruk, terlihat dari menurunnya perkembangan usaha waserda tersebut.

Senada dengan Taneo, Herdinus Banu, Bendahara SUFa tingkat Kecamatan Ambal menilai amburadulnya pengelolaan BUMDES Nun Mafo berlangsung bersamaan dengan buruknya pengelolaan keuangan desa oleh kepala desa sebelumnya yang kini berpotensi berhadapan dengan proses hukum karena juga ada temuan pihak terkait mengenai sejumlah kekurangan dalam pekerjaan fisik beberapa kegiatan yang dilaksanakan saat itu.

Baca Juga  Praktik "kawin tangkap" dan Budaya patriarki

“Saat masa jabatan kepala desa sebelumnya berakhir pada Juli 2019, tidak ada laporan pertanggungjawaban kepala desa sehingga kinerja keuangan BUMDES Nun Mafo yang mulai beroperasi sejak 2017 juga tidak ikut dipertanggungjawabkan sekaligus untuk dievaluasi saat itu.” cerita Banu.

Akibatnya, tambah Banu, PJs kepala desa yang menjabat saat ini terkesan tidak mengetahui secara pasti inventaris milik desa termasuk keberadaan sejumlah aset desa yang biaya sewa penggunaannya sering diambil oleh Direktur Bumdes atau salah satu pengurusnya.

Banu juga mendesak Direktur BUMDES Nun Mafo agar berani buka-bukaan dengan menggelar rapat terbuka yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Desa Oelfatu untuk melakukan evaluasi yang mendetail terhadap penggunaan aset desa, penggunaan kendaraan pikap bantuan pemerintah, dan perkembangan waserda.

PJs Kepala Desa Oelfatu, Selfianus Bai’uf kepada Suara Amfoang pada Selasa (27/10/2020) malam mengakui tidak mengetahui secara pasti mengenai keberadaan sebagian besar aset milik desa yang sebagian lainnya diketahuinya dikelola oleh BUMDES Nun Mafo Desa Oelfatu sejak sebelum dirinya menjabat sebagai PJs tanpa didukung dokumen penyerahan aset milik desa kepada BUMDES Nun Mafo.

Baca Juga  Imanuel Buan Siap Turun Selesaikan Masalah SDN Oepoli

“Saya sudah arahkan Direktur BUMDES Nun Mafo saat rapat LPJ pengurus BUMDES pada Januari 2020 agar menginventarisir sejumlah aset yang mereka kelola dan juga melengkapi catatan mengenai aliran masuk keluarnya uang dari biaya sewa penggunaan aset termasuk catatan soal aliran keuangan dari usaha waserda tetapi belum mereka serahkan hingga saat ini.” jelas Baiuf.

Ovry Tamelab, Direktur BUMDES Nun Mafo Desa Oelfatu belum dapat dihubungi Suara Amfoang hingga berita ini dipublikasi. Tamelab tidak merespon panggilan telepon media ini saat dihubungi Rabu (28/10/2020) pagi. Pesan seluler yang dikirimkan kepadanya juga tidak dibalas. (Edison Balabi)

Komentar

News Feed