google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Soal Jembatan Termanu, Jerry Manafe Bilang Sudah Bertemu Gubernur NTT

Manubelon, SuaraAmfoang.com – Menanggapi permintaan sejumlah pemuda Amfoang yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda Amfoang (SuFA) agar sambil menunggu pengerjaan jembatan Termanu pada tahun mendatang, Pemerintah Kabupaten Kupang juga mengusahakan atau membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk memperbaiki hanya salah satu tiang penyangga jembatan Termanu yang terancam dirobohkan banjir dan menyebabkan jembatan terputus , Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, pada Minggu (29/9/19) malam, mengatakan, sudah membicarakan masalah jembatan Termanu dengan Gubernur NTT.

“Jadi, rencananya tahun depan akan diperbaiki atau dibangun baru sesuai dengan kondisi APBD Provinsi sebab jembatan Termanu merupakan bagian dari ruas jalan Propinsi.” kata Jerry.

Baca Juga  ULTRAS VICTORY dan SUFa Bagi Anakan Pisang Barangan kepada 2 Poktan di Ambada

Untuk diurus Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Jerry, tentu tidak bisa.

Pertama, Jerry menjelaskan, anggaran untuk renovasi atau perbaikan jembatan Termanu sangat besar setelah dihitung oleh Dinas PUPR, sementara pada tahun 2020 nanti jembatan tersebut juga ditangani oleh pemerintah Provinsi NTT sehingga tidak boleh terjadi adanya dua mata anggaran berbeda pada satu objek.

Berikut, lanjut Jerry, perbaikan jembatan membutuhkan waktu kurang lebih enam bulan sementara tahun anggaran 2019 ditutup pda tanggal 20 Desember 2019 sehingga dipastikan tidak akan ada kontraktor yang mau terlibat, apalagi sudah dekat musim hujan.

Baca Juga  Puisi | Janda

“Untuk sementara, warga bisa melewati jalan alternatif yang melalui poros tengah gunung Timau melewati wilayah kecamatan Amfoang Selatan.” harap Jerry.

Perlu diketahui, Jembatan Termanu yang menjadi batas antara kecamatan Fatuleu Barat dan Kecamatan Amfoang Barat Daya di Kabupaten Kupang terancam putus. Salah satu ujung jembatan sudah miring lebih dari 30 derajat saat ini sehingga kendaraan yang melintasinya harus sangat berhati – hati karena kemiringannya berbahaya.

Baca Juga  Sekilas Tentang Upacara Adat Hole di Sabu Raijua

Jika jembatan putus, akses ke Amfoang akan terhambat. Jembatan sepanjang 170 meter yang dibangun sejak 1994 ini menjadi penghubung akses dan mobilitas dari dan ke beberapa wilayah kecamatan Amfoang.

Pantauan SuaraAmfoang.com pada Sabtu (28/9/19), salah satu tiang penyangga yang berada di tengah jalur air terlihat miring sehingga rel penampang jembatan juga ikut miring dan membahayakan. Tiang penyangga tersebut juga terancam dirobohkan banjir pada musim penghujan tahun ini.

Komentar

News Feed