google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Pendidikan di Daerah Terpencil: Sudah ‘Merdeka’?

Kata orang, manusia tidak bisa lepas dari ilmu. Faktanya, tidak demikian. Ilmu tidak didapatkan begitu saja, seperti mendapatkan pasir di tepi laut. Untuk mendapat ilmu, perlu ada pendidikan atau pembelajaran.

Hilde Mamus, penulis. Saat ini mengajar di SMAN 4 Takari, Kabupaten Kupang, NTT.

Pendidikan itu ujung tombak suatu bangsa. Tertinggal atau majunya sebuah bangsa sangat tergantung pada kualitas pendidikannya. Semakin berkualitas pendidikan suatu bangsa, semakin besar dan majulah bangsa tersebut.

Salah satu pengaruh besar bangsa bagi negara maju adalah pembangunan yang baik bagi setiap lembaga pendidikan. Negara menyadari bahwa pembangunan sektor pendidikan perlu diutamakan. Namun kondisi rill pendidikan di negeri ini sungguh sangat memperihatinkan.

Kita dapat melihat dan merasakan itu di setiap jenjang dan jenis pendidikan. Apalagi kalau kita melihat kondisi pendidikan di berbagai daerah terpencil, pedalaman, dan pesisir, bagaimana anak-anak usia sekolah yang seharusnya memiliki hak untuk mengecap pendidikan yang layak ternyata jauh dari harapan.

Jika dilihat dari proses pendidikan tersebut, seolah hanya pendidikan di wilayah atau di daerah yang dapat dijangkau pemerintah pusat dan pemerintah daerah sajalah yang diperhatikan. Sedangkan pendidikan di daerah-daerah terpencil terabaikan atau tidak mendapat perhatian. Hal ini menyebabkan pendidikan didaerah terpencil kurang tersentu, bahkan banyak anak bangsa tidak pernah merasakan bangku pendidikan yang selayaknya.

Kebanyakan elit pemerintah hanya mengutarakan janji-janji untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di daerah terpencil yang sarana dan prasarana pendukung jalannya proses pembelajaran tidak layak untuk digunakan. Misalnya; ruangan kurang bagus, dinding sekolah yang sudah retak dan lapuk, meja dan bangku yang digunakan peserta didik hampir patah, dan juga jaringan internet yang sangat lemah sehingga banyak peserta didik yang tetap menerapkan pola belajar luring selama masa pandemi Covid-19, dan juga proses pelaksaanan akreditasi sekolah secara online yang sulit dilaksanakan.

Baca Juga  Berkumpul dan Berdoa Bukan Cara Menangkal Covid-19

Mereka terpaksa tetap belajar tatap muka lantaran banyak siswa tidak memiliki ponsel apalagi tidak ada jaringan internet. Seperti yang dialami salah satu wilayah di Desa Oelnaineno, Kecamatan Takari. Banyak peserta didik yang mengaku tidak nyaman dengan pola belajar seperti itu dan sangat tidak efektif, namun hal itu terpaksa dilakukan karena banyak siswa di sekolah tersebut tidak memiliki sarana untuk mengimbangi tuntutan sistem.

Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia memang seolah masalahnya tidak ada habis-habisnya. Berbagai masalah yang menghambat proses pendidikan di suatu daerah masih sering muncul. padahal pendidikan berkualitas adalah suatu hal yang mutlak bagi warga Negara Indonesia. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan taraf kehidupan sebuah generasi.

Kurangnya sarana dan prasarana pendukung yang disediakan oleh Pemerintah masih dialami di wilayah-wilayah tertentu sehingga menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia semakin terpuruk ditengah-tengah perkembangan globalisasi yang sangat pesat saat ini. Ketiadaan dukungan sarana belajar sering manjadi ‘kambing hitam’ bagi tidak masksimalnya kualitas pendidikan. Faktanya, demikianlah yang terjadi di berbagai sekolah yang ada di pelosok negeri ini.

Baca Juga  Marilah Kita Berhamba Kepada Sang Anak

UUD 1945 Pasal 31 menegaskan bahwa setiap wargaberhak mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali. Pada kenyataannya, dengan kondisi negara Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau, mulai dari Sabang sampai Merauke, kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa.

Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumberdaya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi pula kreatifitas pemuda Indonesia dalam mengisi pembangunan bangsa. Namun di Indonesia, untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standar nasional masih sangat sulit.

Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia dan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia, maka Pemerintah telah berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Tetapi nyatanya belum cukup dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga  1/2 hati + ½ usaha = 0 hasil

Pendidikan merupakan satu hal yang sangat penting bagi anak bangsa. Namun hal tersebut masih banyak belum dirasakan oleh masyarakat di daerah perbatasan dan pedalaman atau daerah terpencil. Kondisi ini membuat masyarakat di daerah perbatasan dan pedalaman Indonesia tidak dapat meningkatkan kompetensi pendidikannya karena tidak adanya pemerataan pendidikan yang seimbang. Hal ini menyebabkan perekonomian masyarakat pedalaman atau terpencil tidak meningkat.

bagi penulis, pemerintah pusat dan daerah harus mengambil langkah untuk membangun pendidikan yang merata ke semua daerah sehingga dapat meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu di seluruh daerah yang ada di Indonesia, dan juga, pengawasan terhadap penyaluran bantuan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat dan lembaga-lembaga di daerah terpencil lebih ditingkatkan agar bantuan tersebut tepat sasaran.

Kesungguhan mesti ada pada semua pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun pihak terkait lainnya agar adil dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang merata dan berkeadilan. Pemerintah daerah juga harus kreatif dalam membuat terebosan dan mengetahui permasalahan yang ada di daerahnya masing-masing.

 

Komentar

News Feed