google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Pasca Siklon Tropis Seroja, Akses ke Fatbar Hingga Amfoang belum normal

Pasca badai siklon tropis seroja yang melanda NTT pada 4 hingga 5 April 2021, akses transportasi dari dan ke Fatuleu Barat (Fatbar) hingga wilayah Amfoang bagian pesisir masih belum normal hingga hari ini. Tidak ada kendaraan roda 4 maupun 6 yang beroperasi mengangkut barang dan penumpang. Hanya sejumlah pemotor yang terlihat melintas dari dan ke arah kota Kabupaten.

Di sepanjang jalur trans Amfoang pesisir, masih terdapat banyak bangkai pohon besar yang belum selesai dibersihkan setelah tumbang dan menutupi badan jalan saat badai tersebut melanda.

Pantauan media ini, ada beberapa bangkai pohon besar di sepanjang jalur Amfoang pesisir hingga Fatuleu Barat yang masih dibersihkan seadanya sehingga sulit untuk dilewati kendaraan roda 4 dan 6.

Baca Juga  Irda dinilai tak Responsif, Pemuda Amfoang Berniat ke Ombudsman

Terputusnya jalan yang melalui sungai Baimel di Desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat akibat banjir saat hujan deras yang mengguyur beberapa hari sebelum dan saat badai juga menyebabkan kendaraan roda 4 dan 6 yang mengangkut barang dan penumpang tidak bisa melintas.

Khusus akses transportasi dari dan ke wilayah Amfoang bagian pesisir, terputusnya puluhan meter bentang badan Jembatan Talmanu di Amfoang Barat Daya telah melumpuhkan akses darat ke sana. Jalur alternatif yang melewati badan sungai dan kaki gunung di sisi barat sungai Talmanu belum aman untuk dilewati saat ini.

Baca Juga  Ibu Guru yang Menyemai Rindu di Ruang Kelas

Kepada Suara Amfoang pada Rabu (07/04/2021) siang, salah satu pemilik armada transportasi pikap di Fatuleu Barat yang ingin namanya dianonimkan mengharapkan agar para camat di jalur jalan trans Amfoang dapat mengarahkan para kepala desa agar memimpin warganya untuk bergotong royong membersihkan bangkai pohon yang tumbang dan menutupi badan jalan sehingga akses transportasi yang melalui jalur trans Amfoang kembali normal sehingga mereka dapat mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat di Fatuleu Barat.

Baca Juga  Rintihan Hati Guru Milenial | Puisi Arnold Taninas

“Kami minta bapak-bapak camat di kecamatan yang dilalui jalur jalan trans Amfoang agar bisa arahkan para kepala desa supaya gotong royong bersama dengan warga bisa bersihkan bangkai pohon yang tumbang sehingga transportasi bisa kembali normal. Kami belum bisa ke kota untuk beli minyak sehingga ada banyak petani yang butuh bensin saat ini untuk mesin rontok padi tetapi bensin mulai langka. Bensin juga mulai langka untuk kebutuhan sepeda motor saat ini. ” katanya.

Komentar

News Feed