google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Mubazir 2 Tahun, Bangunan Pasar Oepoli diresmikan Wabup Kupang  

Salah satu bangunan bernilai Rp1,2 milyar yang berada dalam kompleks Pasar Oepoli di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang yang sudah selesai dikerjakan sejak November 2019 dan seolah mubazir selama ini akhirnya telah diresmikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Jerry Manafe pada Kamis (14/10/2021) sore untuk segera digunakan.

Gedung yang telah selesai dikerjakan sejak 21 November 2019 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Kupang sebesar Rp1.200.000.000 itu dikerjakan dengan nilai kontrak pekerjaan  Rp1.143.759.000 oleh kontraktor pelaksana CV. Fajar Karya.

Bangunan senilai hampir Rp1,2 milyar ini sudah selesai dikerjakan sejak November 2019.

Tidak diketahui alasan bangunan tersebut seolah dibiarkan mubazir selama 2 tahun, tetapi Wabup Manafe dalam sambutannya menjelaskan, dirinya baru saja tahu soal keberadaan bangunan yang belum digunakan itu ketika dihubungi beberapa waktu lalu oleh TOM Kameo, salah satu tokoh masyarakat Amfoang Timur yang meminta perhatiannya karena bangunan yang sudah selesai sejak 2 tahun lalu itu belum dimanfaatkan sama sekali.

”Saya datang karena ditelepon pak TOM, ‘Bapak tolong dulu, bangunan pasar sudah jadi 2 tahun tetapi tidak dimanfaatkan. Nanti rusak kalau tidak dimanfaatkan. Orang lihat hanya seperti gudang’. Saya langsung marah-marah pihak Disperindag lewat sekretaris dinas dan salah satu kabid. Akhirnya, sebenarnya minggu lalu saya sudah datang untuk resmikan, tapi karena ada halangan, hari ini baru bisa kita laksanakan.” kata Manafe.

Baca Juga  Tim Sendratari SMK Kristen Fautmolo Diberi Penghargaan oleh Kadis PK NTT
Wabup Kupang, Jerry Manafe disambut saat tiba di kompleks pasar Oepoli.

Seperti yang diperoleh media ini dari sumber yang bisa dipercaya, Wabup Manafe sampai harus marah-marah dan berniat membongkar pintu bangunan yang selama ini terkunci dan menggantinya dengan kunci baru agar bisa segera digunakan.

“Pihak tertentu yang bertanggung jawab terkesan saling lempar tanggung jawab dan beralasan kunci pintu tidak mereka pegang ketika dihubungi pak Wabup sehingga Pak Wabup ancam bongkar pintu dan ganti kunci pakai uang pribadinya agar bisa digunakan oleh masyarakat Amfoang Timur.” kata sumber yang ingin namanya dianonimkan itu.

Sesuai pantauan media ini, Wabup Manafe langsung menggunting pita dan membuka pintu bangunan pasar setelah selesai menyampaikan sambutannya pada acara pengresmian yang digelar dalam kompleks Pasar Oepoli.

Wabup Manafe bersama Tom Kameo dan Wens Parera, warga yang menghibahkan tanahnya untuk pasar Oepoli.

Didampingi pihak Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kupang, Pihak Kecamatan Amfoang Timur, Pihak Polsek Amfoang Timur, Pihak Satgas Pamtas Oepoli-RDTL, tokoh masyarakat, termasuk keluarga Parera yang menghibahkan tanah lokasi pasar Oepoli serta puluhan masyarakat, Wabup Manafe masuk dan meninjau bangunan yang letaknya bersisian dengan sejumlah los pasar dalam kompleks Pasar Oepoli itu.

Wabup Manafe meninjau ruang bangunan pasar.

Wabup Manafe: Keberadaan Pasar Oepoli Memberikan Kontribusi Dalam Pertumbuhan Ekonomi

Wabup Manafe dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan pasar, khususnya pasar tradisional, merupakan salah satu indikator paling nyata untuk kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah dan juga sebagai wadah pemasok untuk Pendapatan Asli Daerah. Dengan keberadaan pasar tradisional Oepoli, kata Manafe, tentu ada kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Amfoang Timur yang berbatasan dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Baca Juga  Cerita lucu: Sosialisasi kondom, dikira mau terima bantuan sosial

Karena, kata Manafe, dengan adanya perkembangan pembangunan dari waktu ke waktu maka dengan sendirinya kecamatan Amfoang Timur sebagai serambi depan NKRI yang berbatasan langsung dengan Negara RDTL akan memiliki masyarakat heterogen, yang memiliki daya beli yang cukup besar dan tetap memilih berbelanja di pasar tradisional Oepoli dibanding di pasar modern yang berada di kota Kupang dan daerah lain dengan sejumlah alasan, diantaranya karena barang yang diperjualbelikan lebih segar dan berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.

Sebab itu, Manafe mengharapkan adanya upaya bersama dari semua pihak untuk mempertahankan keberadaan pasar Oepoli agar tidak tergerus keberadaan pasar modern.

“Karena hilangnya pasar tradisional dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah terkait dengan menurunnya daya beli daerah serta melemahnya sektor perdagangan informal.” kata Manafe yang juga mengharapkan adanya sinergitas antara pemerintah daerah sebagai penyedia fasilitas serta pelaku pasar untuk bersama-sama menciptakan pasar rakyat sebagai tempat transaksi yang layak tanpa harus menghilangkan ciri khas sebuah pasar rakyat.

Baca Juga  Stefen Tallo: Guru Perlu Kembangkan Diri Agar Tidak Terseleksi Sistem

Manafe juga mengharapkan agar kebersihan pasar Oepoli tetap dijaga sehingga warga merasa aman dan nyaman ketika berbelanja.

“Jika pasar bersih, warga merasa nyaman berbelanja tanpa merasa waswas karena kotor, lantai becek, dan terkesan kumuh.” kata Manafe yang mengapresiasi pihak Pemerintah Kecamatan Amfoang Timur serta masyarakat setempat karena tampilan Pasar Oepoli yang sangat bersih.

Lebih lanjut Manafe juga menginginkan, di waktu mendatang ada tempat pembuangan sampah pasar yang dilengkapi dengan tempat pemilahan sampah yang memadai sehingga dirinya mengharapkan adanya penggunaan dana desa yang diarahkan untuk kepentingan pengelolaan sampah di pasar karena keberadaan pasar juga memiliki kontribusi pada Pendapatan Asli Desa.

Manfe juga menghimbau agar semua pihak ikut bertanggungjawab menjaga keamanan dan kenyamanan pasar Oepoli karena ada warga dari Negara RDTL  yang juga berbelanja di pasar Oepoli.

“Ada warga dari Negara sebelah yang datang berbelanja di sini juga sehingga kita harus jaga keamanan dan kenyamanan agar mereka juga merasa memiliki pasar ini.” himbau Manafe.

 

Komentar

News Feed