google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Mengakarkan Budaya Membaca

Mengakarkan Budaya Membaca

Oleh: Muda Albertus, S.Ag (Guru di SMAN 2 Nubatukan-Lembata-NTT)

Albertus Muda (penulis).

Akar adalah bagian pokok selain batang dan daun bagi tumbuhan yang tumbuh menuju inti bumi. Sifat akar yang kita ketahui yakni bertumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.

Akar juga mengalami pertumbuhan pada ujungnya secara terus menerus, meski pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah. Bentuk ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah (id.wikipedia.org/wiki/akar).

Mengacu pada pengertian di atas, apabila kita kaitkan dengan literasi membaca, maka penulis berkesimpulan bahwa membaca mesti tertanam kuat dalam rutinitas membaca masyarakat di segmen dan level apa pun. Jika akar itu bertumbuh ke pusat bumi, maka untuk memasuki wilayah literasi membaca, kita mesti selalu masuk dalam wilayah literatif seperti perpustakaan (baik umum maupun khusus), menelusuri toko-toko buku, pojok-pojok baca, taman-taman bacaan, bahkan lokasi pengecer koran. Dalam ruang literatif ini, kita bisa sekedar membaca, menceburkan diri bahkan berenang hingga membiarkan diri tenggelam dalam suasana yang literatif itu.

Baca Juga  Ikut Acara Ulang Tahun

Seorang pembaca mesti menjadikan dirinya seperti akar yang tak akan pernah boleh berhenti mencari dan bertanya sampai menemukan areal-areal literatif di mana pun ia berada. Masuk ke dalam perut bumi paling dalam berarti seorang pembaca atau anggota masyarakat pada umumnya masuk dalam ruang kontemplasi, ruang permenungan membaca. Artinya, seorang pembaca masuk dalam suasana hening sambil mengunyah dan mencerna sumber-sumber atau referensi yang dibacanya.

Pada titik ini, dibutuhkan kesediaan untuk membiarkan diri tenggelam dan dikuasai keheningan untuk sekian waktu lamanya. Ibarat akar yang terus menancap ke dalam tanah, jauh dari hembusan bahkan hempasan udara dan pantulan cahaya. Artinya, butuh ruang dan tempat serta waktu yang menunjang untuk kita boleh membaca dengan tenang dan mendalami banyak hal yang kita jumpai saat membaca. Tujuannya adalah untuk mencerna, menggumuli, menganalisis, menginterpretasikan dan memberikan gagasan baru untuk menjadikannya bahan mengedukatif publik pembaca yang lebih luas.

Baca Juga  Banyak Kejanggalan dalam Pembangunan Desa, Warga Nunuanah Minta Kades Buka-bukaan dan diperiksa IRDA

Di masa erupsi gunung Lewotolok dan mencoba tetap waspada di area zona merah covid-19, kita dipanggil untuk masuk dalam ruang keheningan membaca. Masuk dalam kondisi yang kita hadapi. Membaca tanda-tanda dan gejala alam yang terus berubah, sembari kembali pada tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur. Selain itu, kita diajak untuk masuk ke kedalaman relasi interpersonal kita dengan alam dan Sang Pencipta untuk menemukan dan menginterpretasi apa yang dikehendaki alam dan Sang Pencipta, serentak memenuhi tuntutan etis-moral dan spiritual sebagai ciptaan.

Kondisi alam semesta yang kian tak bersahabat saat ini, bukan pertama-tama terjadi karena peristiwa alam semata-mata, tetapi juga dan lebih dari itu butuh introspeksi dan refleksi untuk menemukan penyebabnya. Apakah ini diakibatkan oleh ulah manusia yang bertentangan dengan tujuan Sang Pencipta yang menciptakan semesta ini. Kita juga diajak untuk masuk ke dalam pengertian dan kehendak para leluhur. Apa yang dimaui mereka. Lebih dari itu, masuk ke dalam kehendak Sang Pencipta yang sejak semula menciptakan semua baik adanya bahkan sungguh amat baik menciptakan manusia. Tetapi setelah itu, semua yang baik dan amat baik rusak di tangan manusia.

Baca Juga  Ilmui Gempa, Kuatkan Iman

Mari mengakarkan budaya membaca masyarakat agar masyarakat semakin mencintai budayanya, peka pada kehendak para leluhur dan juga kehendak Ilahi Sang Pencipta. Dengan itu, kita semakin arif, tahu diri dan semakin berbudaya dan beradab juga beradat dan bertanggung jawab. Mari, jernihkan hati dan membaca realitas di sekitar kita. Selamat membaca.

Komentar

News Feed