google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Linus Lusi: Guru Memerdekakan Pembelajaran, Jadi Fasilitator Kehidupan Bangsa

Guru harus menjamin kemerdekaan peserta didik baik secara lahir maupun batin dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Sebab, seperti yang diwariskan Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hadjar Dewantara (KHD) dalam filosofi pendidikannya, guru hanya bisa menuntun tumbuh kembangnya kekuatan kodrat yang dimiliki oleh peserta didik.

Kemerdekaan belajar dalam proses menuntun, maksimal menumbuhkembangkan kekuatan kodrat peserta didik karena, selain menggambarkan watak komunikasi yang sarat sentuhan personal dan jaminan rasa aman yang membingkai praksis pembelajaran humanis, juga menempatkan guru dalam posisi yang akomodatif terhadap keberadaan setiap peserta didik sebagai manusia yang unik dan istimewa.

Baca Juga  PMI asal Amfoang Meninggal di Malaysia, Keluarga Sudah Terima 100 Juta Rupiah

Dalam praksis pembelajaran yang memerdekakan, guru memahami Latar sosial budaya, ekonomi, dan modal intelektual tiap peserta didik. Praksis pembelajaran juga maksimal mengakomodasi keragaman minat, bakat, dan potensi para peserta didik.

Pelajar dengan profil pancasila dapat diwujudkan melalui praksis pembelajaran yang memerdekakan. Guru yang memerdekakan pembelajaran ikut memengaruhi kualitas kehidupan berbangsa. Guru memanggul harapan yang besar untuk membentuk kualitas kehidupan berbangsa.

Dalam semangat memperingati Hari Guru Nasional tahun ini (2021), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi melalui media ini juga menyampaikan, para guru merupakan aktor penting yang memengaruhi Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak awal perjalanan bangsa ini sehingga pantang untuk patah semangat meskipun belum sepenuhnya dimuliakan.

Baca Juga  BBM Langka di Amfoang, Pemuda Minta diangkut dengan Kapal Laut

“Bapak ibu guru yang kami hormati, kita adalah penentu kehidupan awal SDM bangsa ini. Dalam kiprah perjuangan, harkat dan martabat guru belum  sepenuhnya dimuliakan. Janganlah putus asa, karena pekerjaan kita adalah meletakkan fondasi kehidupan bangsa dan Negara.” harap Kadis Linus yang juga meminta para guru untuk menjadi fasilitator kehidupan bangsa, dengan cara memerdekakan pembelajaran di kelas.

Kadis Linus optimis, karena menjadi fasilitator kehidupan bangsa, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran dan berbagai kondisi kekurangan tidak menjadi penghambat bagi guru untuk terus berkarya.

Baca Juga  Sukses FLS2N SMA Se-Kabupaten Kupang di Amfoang Timur, Butuh Nyali untuk ke Sana

“Gedung sekolah boleh reyot, atap boleh gewang, dinding boleh bebak , lantai boleh tanah, tapi saya optimis itu bukan halangan bagi bapak dan ibu guru dalam berkarya untuk mengisi otak siswa dengan ideologi pembelajaran Pancasila, untuk merekatkan hati mereka dengan keberagaman yang dibalut dengan penguatan kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.” kata Kadis Linus yang juga memberi ucapan selamat Hari Guru Nasional kepada para guru di wilayah NTT.

Jayalah, Dirgahayu Guru Nasional…!!!

 

Komentar

News Feed