google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Jembatan Talmanu dikerjakan Pakai APBN, direncanakan Selesai Tahun ini

Jembatan Talmanu yang menjadi pintu masuk melalui jalur darat ke beberapa wilayah kecamatan Amfoang pesisir di Kabupaten Kupang, NTT direncanakan akan dikerjakan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021.

Informasi tersebut diperoleh media ini ketika bertemu dengan tim Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 NTT pada Selasa (13/04/2021) siang yang sementara bergerak menuju lokasi jembatan Talmanu di ujung wilayah Amfoang Barat Daya untuk melakukan survey berkaitan dengan rencana tersebut.

Aditya Andika, koordinator tim surveyor tersebut mengakui mereka harus melakukan survey lokasi untuk secepatnya memetakan besaran anggaran dan perencanaan terkait lainnya agar jembatan tersebut segera dikerjakan tahun ini.

Baca Juga  Pegawai Dinas Koperasi Kabupaten Kupang Kerja Keras Daftar UMKM Terima BLT Tahap II
Aditya Andika, Koordinator tim surveyor yang akan melakukan survey ke jembatan Talmanu.

Sebab, seperti yang dikatakan Andika, jembatan Talmanu harus segera dikerjakan dan ditargetkan untuk diselesaikan tahun ini sesuai perintah dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

Perlu diketahui, jembatan Talmanu sepanjang hampir 200 meter yang menjadi batas antara wilayah Amfoang dan Fatuleu Barat itu telah putus total saat badai siklon tropis seroja melanda NTT pada 4 dan 5 April 2021. Hampir setengah badan jembatan yang berada di sebelah barat jalur sungai roboh dan tersapu banjir saat itu. Sebelumnya, jembatan tersebut memang sudah miring dan reyot.

Baca Juga  Pelajar Penerima Bantuan Tunai PIP yang Bikin Rugi Negara
Hampir setengah badan jembatan Talmanu telah roboh dan tersapu banjir.

Saat ini, akses darat ke beberapa kecamatan Amfoang di wilayah pesisir Amfoang (Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, dan Amfoang utara) relatif lumpuh. Belum ada mobil pengangkut barang dan penumpang yang melintas dari dan ke Amfoang. Hanya beberapa kendaraan roda dua yang nekat melintasi sungai Talmanu. Saat tertentu, sepeda motor yang melewati sungai Talmanu harus diseberangkan menggunakan sampan (perahu kayu/papan berukuran kecil) yang disewakan oleh warga dengan upah antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk setiap kendaraan.

Pemotor dibantu melintasi sungai Talmanu menggunakan sampan.

Akibatnya, terjadi kelangkaan Bahan Bakar minyak (BBM) dan barang kebutuhan sembako di sejumlah tempat di beberapa kecamatan Amfoang pesisir. Stok BBM jenis bensin yang diperlukan juga untuk mesin rontok hasil panen oleh para petani sudah tidak tersedia.

Baca Juga  Pemuda Amfoang Patungan Uang untuk Bantu IRDA Audit Masalah Dana Desa

Pada Selasa (13/04/2021) pagi, sejumlah pemotor dari wilayah kecamatan Amfoang Barat Daya nekat melintasi sungai Talmanu untuk mencari BBM ke kota.

Perkorus Banoet dan kawan-kawannya dari Amfoang Barat Daya hendak menuju ke kota Kupang untuk membeli BBM.

Perkorus Banoet, salah satu pemotor mengakui, meski harus mengeluarkan sejumlah uang pada sejumlah tempat untuk membayar agar bisa melintasi jembatan darurat yang disiapkan warga, mereka harus ke kota untuk beli bensin karena stok di wilayah mereka sudah tidak tersedia.

 

 

Komentar

News Feed