google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Irda dinilai tak Responsif, Pemuda Amfoang Berniat ke Ombudsman

Pihak Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Kupang dinilai tidak rensponsif menangani laporan Solidaritas Pemuda Amfoang (SUFa) mengenai dugaan penyalahgunaan dana desa di sejumlah desa yang ada di Amfoang sehingga sejumlah pengurus SUFa Wilayah Amfoang berniat untuk mengadukan hal tersebut ke pihak Ombudsman perwakilan NTT dalam waktu dekat.

“Kami nilai pihak Irda Kabupaten Kupang tidak responsif karena kami sudah masukkan laporan ke pihak mereka sejak September 2020 tetapi belum disikapi. Malah bulan lalu kami masukkan ulang surat yang sama karena mereka beralasan surat sebelumnya hilang.” kata Bernat Taneo, Sekretaris SUFa Wilayah Amfoang kepada Suara Amfoang pada Minggu (07/03/2021) malam.

Bernat Taneo, Sekretaris SUFa Wilayah Amfoang.

Taneo menambahkan, pihaknya berencana akan berkunjung ke kantor Ombudsman perwakilan NTT jika laporan mereka belum ditindaklanjuti hingga akhir Maret 2021 ini.

Baca Juga  Guru PAUD di Desa Kolabe Terima Insentif Rp750 Ribu Setiap Bulan

Senada, Noldy Frans Riwu Kana, salah satu pengurus SUFa Wilayah Amfoang juga menilai pihak Irda Kabupaten Kupang terkesan setengah hati dalam menanggapi laporan mereka. karena itu, Noldy berharap agar laporan dari masyarakat disikapi secara serius sehingga tidak memunculkan berbagai dugaan dan penilaian yang bias terhadap pihak Irda Kabupaten Kupang dan berbagai pihak terkait di Kabupaten Kupang.

Bernat Taneo, Sekretaris SUFa Wilayah Amfoang didampingi Noldy Frans Riwu Kana, Ketua Bagian Organisasi, Media, dan Literasi SUFa dan Herdinus Banu, Ketua Bagian Pendanaan Organisasi SUFa ketika berdiskusi dengan Sekretaris Inspektorat Daerah Kabupaten Kupang, Jupiter Na’u yang didampingi beberapa Inspektur Pembantu pada Kamis (17/12/2020) siang.

“Kalau ulur-ulur waktu, takutnya ada penilaian bahwa jangan sampai ada sesuatu di Irda Kabupaten Kupang. Jangan sampai ada penilaian bahwa Bupati dan Wakil Bupati Kupang juga dianggap tidak serius mengawasi pengelolaan dana desa. Jangan sampai muncul penilaian bahwa DPRD Kabupaten Kupang juga tidak mampu kontrol karena setahu kami sudah dua kali komisi terkait di DPRD Kabupaten Kupang turun ke lapangan berkaitan dengan laporan kami…

Baca Juga  Tanda Tangan Ketua BPD di Amfoang Timur dipalsukan, Pemuda: Bisa Lapor Polisi

…Bapak Wakil Bupati juga sudah pernah bawa perwakilan pihak Irda dan PMD ke lapangan berkaitan dengan laporan kami. Jadi kami harapkan pihak Irda responsif sehingga penilaian yang bias tidak terjadi. Karena kami tahu Pak Bupati, Wakil bupati, dan pihak DPRD Kabupaten Kupang sangat sangat bekerja keras dan sangat sangat total melayani kepentingan masyarakat di Kabupaten Kupang jadi jangan sampai lambannya tindaklanjut dari pihak Irda memunculkan dugaan dan penilaian yang keliru untuk mereka.” kata Noldy.

Baca Juga  Penegak Hukum diminta Tangani Proyek Bermasalah di Desa Oelfatu
Wakil Bupati Kupang bersama sejumlah pihak menggelar diskusi mengenai pemanfaatan dana desa di aula kantor kecamatan Amfoang Barat Daya, kabupaten Kupang pada Kamis (15/10/2020) pagi.

Menanggapi hal tersebut, Yupiter Na’u. Sekretaris Irda Kabupaten Kupang Kepada Suara Amfoang pada Senin (08/03/2021) pagi menyatakan pihaknya baru akan membuat jadwal untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap pengaduan masyarakat setelah lewat tanggal 10 Maret 2021.

Sebab, Yupiter beralasan, hingga 10 Maret 2021 pihaknya masih bergiat melakukan reviuw terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) dari Pemerintah Kabupaten Kupang untuk tahun anggaran 2020.

“Kami mohon pengertiannya, dan bila sudah ada jadwal, tim dari  Irda Kabupaten Kupang akan turun ke lokasi.” kata Yupiter.

 

Komentar

News Feed