google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Hari Lahir Pancasila dan Esensi Peringatan Terhadapnya

Dari berbagai sumber yang penulis rangkum, dituliskan bahwa Pancasila memang tepat dianggap lahir pada tanggal 1 Juni. Sesuai sejarah, pada 1 Juni 1945 ketika Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan pidatonya mengenai dasar Negara dalam sidang yang digelar Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) bertempat di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila, Soekarno memperkenalkan dan menjelaskan Pancasila sebagai dasar Negara untuk Indonesia merdeka.

Simon Seffi (penulis).

Undang-Undang Dasar kemudian dirumuskan dan disusun oleh panitia kecil bentukan BPUPK dengan berpedoman pada pidato Soekarno mengenai Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia merdeka yang diterima secara aklamasi oleh forum BPUPK saat itu. Mengutip beberapa tulisan, disebutkan, Radjiman Wedyodininggrat, mantan Ketua BPUPK dalam kata pengantarnya atas dibukukannya pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang terbit pada tahun 1947 menyebut pidato Soekarno saat itu sebagai kelahiran Pancasila.

Yudi Latif dalam Negara Paripurna : Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila membagi rangkaian proses konseptualisasi Pancasila sejak dari fase ‘pembuahan’ yang menurutnya dimulai sejak tahun 1920-an yang berjalan seiring dengan peristiwa Sumpah Pemuda pada Oktober 1928 yang memunculkan kata ‘Indonesia’ sebagai kode kebangsaan, hingga fase ‘perumusan’ saat BPUPK bersidang sejak 29 Mei hingga 1 Juni 1945 untuk membahas dasar negara, dan fase ‘pengesahan’ pada 18 Agustus 1945 saat UUD 1945 juga ikut ditetapkan sebagai konstitusi Negara. Yudi Latif juga menjelaskan, 1 Juni dapat dikatakan sebagai hari lahir Pancasila karena pada hari itulah istilah Pancasila disebut dan rumusan lima prinsip dasar yang menjadi filsafat dan pandangan hidup berbangsa mulai dimunculkan untuk dibentuk.

Baca Juga  Guru di SMPN 13 Takari Siap Terima Honor BOS Tahap 1

Akhirnya, tanggal 1 Juni telah resmi ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat memperingati pidato Bung Karno 1 Juni 1945 pada 1 Juni 2016 di Gedung Merdeka Bandung, Jokowi yang membacakan keputusan penetapan Hari Lahir Pancasila juga menetapkan bahwa tanggal 1 Juni merupakan hari libur Nasional.

Esensi Peringatan Hari Lahir Pancasila

Hari Lahir Pancasila jadi tidak bermakna jika hanya sekedar diperingati tanpa usaha untuk memperkuat komitmen bersama agar sungguh-sungguh menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup yang memengaruhi perilaku dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Pantai Fatu Ike: Destinasi Wisata Baru di Amfoang Timur

Seperti yang disampaikan dalam pidatonya pada 1 Juni 1945, Bung Karno menjelaskan Pancasila sebagai suatu weltanschauung (pandangan hidup) dan philosophische gronslag (dasar filsafat). Pandangan hidup dapat berperan sebagai panduan yang mengarahkan tindakan dan perilaku, sementara filsafat merupakan teoretisasi yang sistematis atas pemikiran mengenai pandangan hidup berbasis pada kaidah ilmiah, rasional, dan memungkinkan untuk diterima secara universal.

Teoretisasi Pancasila yang sistematis cenderung massif saat ini, tetapi seolah tak dibarengi aksi dan perilaku kolektif yang mencerminkan karakter bangsa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kelemahan internalisasi nilai-nilai Pancasila diakibatkan ketidakmampuan kita untuk menyelaraskan perbuatan dengan ucapan yang fasih soal nilai-nilai Pancasila.

Tidak hanya dalam aspek perumusan regulasi dan kebijakan bernegara yang belum sepenuhnya menjamin pemerataan keadilan sosial dan rawan kooptasi kepentingan modal yang abai pada kepentingan ekologi, perilaku banyak warga dan oknum penyelenggara Negara juga gagal mencerminkan telah terinternalisasinya nilai-nilai Pancasila. Akibatnya, Pancasila seolah hanya slogan. Wacananya banyak, teorinya sarat, tetapi miskin aksi. Dikhawatirkan, kehidupan berbangsa menjadi tidak sehat jika Pancasila hanya memenuhi mulut tetapi kosong pada aksi.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Kupang diminta Pantau Proyek Bermasalah di Amfoang Barat Laut

Belajar dari sejarah, keberadaan sebagai bangsa Indonesia telah mendahului keberadaan Indonesia sebagai Negara sehingga nilai-nilai Pancasila mesti dioperasionalkan dalam aksi setiap warga dan elit penyelenggara Negara agar kemajemukan dan keberagaman yang sebelumnya tak dipersoalkan ketika bangsa ini dibentuk terus awet terpelihara dan tidak menjadi soal yang memunculkan perpecahan.

Jika ketidakadilan dan penindasan kolonialis menjadi pengalaman bersama yang membentuk kita sebagai sebuah bangsa, jangan sampai ketidakadilan dan perasaan tertindas sebab kesalahan manajemen kekuasaan akibat ketiadaan nilai Pancasila dalam perilaku oknum penyelenggara Negara dan warga membuat retak perasaan berbangsa yang sudah dibangun di atas berbagai perbedaan dan keberagaman.

Karena itu, merayakan Hari Lahir Pancasila tidak hanya sekedar ritual memenuhi mulut dengan slogan kosong jika perilaku kita ikut mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Dengan begitu, Pancasila menjadi falsafah yang terus mengikat kita yang beragam sebagai bangsa Indonesia yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Semoga.

Selamat Hari Lahir Pancasila.

Komentar

News Feed