google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Dinamika Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini di Amfoang Utara

Media Suara Amfoang pada hari Kamis, 26 Agustus 2021 mengekspos berita tentang pembayaran insentif bagi sejumlah guru PAUD di Desa Kolabe, Kecamatan Amfoang Utara. Dan memang kepedulian pemerintah desa setempat terhadap pendidikan anak usia dini sudah berlangsung semenjak masa kepala desa terdahulu.

Dalam Tahun Anggaran 2016, APBDes Kolabe sudah menganggarkan biaya untuk bidang pendidikan mengingat pendidikan adalah salah satu komponen penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Dengan berbagai pertimbangan, pemerintah desa mengalokasikan dana bagi upaya pendidikan anak usia dini di wilayahnya.

Dalam tahap ini, fokus perhatian diarahkan kepada para guru PAUD yang telah bekerja semaksimal mungkin membina anak-anak usia dini untuk tumbuh menjadi generasi penerus yang membanggakan.

Insentif bagi guru PAUD dianggarkan sebesar Rp. 275.000 per bulan ketika desa-desa yang lain belum memulai langkah ini. Penetapan nilai insentif disesuaikan dengan nilai yang diberikan oleh SKB Kabupaten Kupang yang saat itu adalah pembina PAUD di Kabupaten Kupang. Jumlah yang diterima dari kas desa dan SKB Kabupaten Kupang sebesar Rp.550.000.

Paulus Apolos Elliek, Sekretaris Kecamatan Amfoang Utara.(Penulis, Juga menulis buku Menyelinap ke Amfoang).

Dalam perkembangan berikutnya, ketika status SKB Kabupaten Kupang diregulasi menjadi satuan pendidikan dan tidak lagi menopang semua PAUD yang dibinanya, Pemerintah Kecamatan Amfoang Utara membangun koordinasi dengan semua pemerintah desa yang ada untuk lebih memperhatikan keberadaan PAUD di desanya masing-masing.

Dalam asistensi anggaran, semua desa kemudian memperjuangkan daya dukung bagi PAUD dan TK yang beraktifitas di  wilayahnya. Pemerintah Desa Bakuin lebih dahulu menganggarkan nilai insentif bagi guru TK sebesar Rp. 750.000.

Baca Juga  Rayakan Hardiknas 2021, SUFa Akan Kukuhkan Pengurus Kecamatan Ambada

Di samping itu, dialokasikan pula pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) dalam dan luar untuk mengembangkan PAUD sebagai wadah yang ramah anak. Dalam  Tahun Anggaran 2017 sampai 2019, Desa Afoan menganggarakan biaya untuk pembangunan gedung PAUD.

3 lembaga PAUD di Desa Afoan kini telah memiliki gedung permanen dan menjadi tempat yang layak bagi pengembangan diri anak-anak. Ketiga PAUD itu adalah PAUD Tunas Harapan, PAUD Fatuaog dan PAUD Melati Bilule.

Dan sejak Tahun 2020, semua guru PAUD telah dianggarkan insentifnya oleh Pemerintah Desa Afoan dalam APBDes sebesar Rp. 500.000. Nilainya tentu tak seberapa, tetapi merupakan suatu bentuk perhatian yang sangat bermakna dan diperjuangkan dengan sengit lewat forum musrenbangdes.

Desa-desa lain pun tak ketinggalan

Terdapat 3 PAUD dan 1 TK di Desa Fatunaus. PAUD Bihili telah mendapat bantuan gedung permanen dari APBDes Fatunaus. PAUD Damai 1 sudah direncanakan pembangunan gedungnya tahun depan, jika tak ada aral merintang.

Sementara TK Pelita Pniel di Kesba sudah memiliki gedung permanen dari masa Pemerintahan Kepala Desa Bapak Silfanus Obes. Tinggal PAUD Damai 2 di Oehonis yang akan mendapatkan giliran bantuan pada waktunya. Semua guru PAUD dan TK telah menerima insentif dari tahun 2019 hingga tahun 2021.

Desi Lilmus memiliki TK Delima dan  PAUD Pelita Kasih, yang gedungnya sudah diserahterimakan pada bulan Juni 2021. Insentif guru PAUDnya, seperti Desa Kolabe dan Desa Bakuin senilai Rp.750.000 per orang. PAUD Pelita Kasih dibekali dengan berbagai APE yang menarik.

Baca Juga  Sejumlah Pelintas Jembatan Termanu Minta Warga Amfoang Jangan Manja

Apresiasi patut diberikan kepada Pemerintah Desa Kolabe. Di samping insentif yang nilainya meningkat, Pemerintah Desa Kolabe telah membangun 2 gedung belajar permanen bagi PAUD Betel Oelkael dan PAUD Abadi di Oelkaka. Hanya PAUD Binoni yang masih menunggu giliran untuk mendapatkan gedung belajar yang layak.

PAUD dan TK  di Kelurahan Naikliu yang belum beruntung. Belum ada penganggaran dari DPA Kelurahan untuk menopang aktifitas TK GMIT Imanuel, PAUD Enggelisty Bitlau-Masakgaram, PAUD Pelangi Noemeto dan PAUD Talenta Taheba. Karna Dana Kelurahan yang terbatas,  program fisik yang dirancang lebih memprioritaskan pengembangan jalan-jalan gang.

Tentu ke depan kita berharap bahwa aparat  dan masyarakat kelurahan juga menaruh perhatian bagi dunia pendidikan teristimewa PAUD & TK yang ada agar bisa berkembang lebih baik.

Dari 13 PAUD dan 4 TK yang berada di Amfoang Utara, 4 PAUD sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD Provinsi NTT di mana 3 PAUD terakreditasi B, yakni PAUD Enggelisty Naikliu, PAUD Bihili Fatunaus dan PAUD Tunas Harapan Afoan; sedangkan TK Paulus Bakuin terakreditasi C. TK dan PAUD-PAUD yang lain sementara berbenah agar menjadi PAUD yang berkembang maju dan dapat memenuhi standar pendidikan.

Ada hal menarik yang  mencuat dalam dinamika perkembangan PAUD & TK di Amfoang Utara saat ini. Ada beberapa guru yang mengeluhkan soal keberadaan statusnya sebagai guru PAUD yang tidak senyaman dulu.

Baca Juga  Masyarakat Desa Afoan Menemui Bupati Kupang, Mengadukan Masalah Sertifikasi Tanah

Di saat merintis pendirian PAUD dan berupaya mempertahankan keberlanjutan PAUD, perjuangan dilakukan dengan susah payah karna semua PAUD yang ada tidak membebani orangtua dengan biaya pendidikan.

Para guru PAUD semata berdedikasi membimbing anak-anak dalam segala keterbatasan, hanya mengandalkan dukungan seadanya dari SKB Kabupaten Kupang.

Saat ini ketika PAUD telah menjadi bagian dari penganggaran dalam APBDes, daya tarik PAUD mulai muncul. Tugas dan tanggung jawab guru PAUD mulai ketat diawasi masyarakat dan bahkan identitasnya dipertanyakan dalam kiprah yang dijalani.

Bahkan status guru PAUD terancam tergusur jika tidak menunjukan kinerja yang memuaskan. Tak ayal muncul suara-suara sumbang apabila guru PAUD tidak melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab. Sesuatu yang sebenarnya rasional namun menjadi pergumulan tersendiri bagi para guru PAUD.

Tantangan lain yang dihadapi adalah berkaitan dengan kompetensi para guru PAUD dan TK jika dikaitkan dengan perkembangan dan kemajuan jaman. Semua guru PAUD berpendidikan SMA dan belum ada satupun yang berpendidikan strata PAUD. Hanya para pengelola PAUD terakreditasi yang berpendidikan sarjana, itupun dengan disiplin ilmu non pendidikan PAUD.

Seiring dengan berkembangnya waktu, para guru PAUD perlu didorong, atau mendorong dirinya sendiri untuk meningkatkan kualitas SDM-nya dengan meningkatkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi di jurusan PAUD, terutama yang masih berusia muda dan produktif.

Dengan kualitas guru yang oke, kita dapat mengharapkan terbentuknya generasi penerus yang unggul. (Paulus Elliek, Sekretaris Kecamatan Amfoang Utara)

Komentar

News Feed