google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Biaya Perjalanan Dinas Perangkat Desa Lebih dari Rp100 Juta, Pemuda Minta dievaluasi

Sejumlah anggota Solidaritas Pemuda Amfoang (SUFa) di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang mempertanyakan besarnya biaya perjalanan dinas tahun 2020 oleh perangkat desa di salah satu desa di Kecamatan Amfoang Timur yang mencapai lebih dari Rp100 juta karena dinilai berlebihan dan tampak tidak sesuai dengan kinerja para perangkat desa tersebut.

“Karena itu, kami akan desak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat agar segera menggelar rapat paripurna BPD untuk mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban Realisasi APBDes tahun 2020 yang melibatkan perwakilan berbagai unsur masyarakat di desa sehingga soal-soal semacam bisa dipertanyakan, dievaluasi, dan diperbaiki. Kebetulan, belum ada forum LPJ untuk tahun 2020 sehingga kami desak BPD gelar forum tersebut agar hal ini juga bisa didiskusikan dalam forum tersebut nanti.” kata salah satu pemuda yang ingin namanya dianonimkan ketika menghubungi Suara Amfoang pada Kamis (18/03/2021) malam.

Baca Juga  SUFa Minta Ada Koordinator Kepsek SD/SMP di Amfoang Timur

Menurut Dia, sesuai informasi yang didengarnya dari salah satu perangkat desa yang juga ikut mempertanyakan besarnya biaya perjalanan dinas tersebut, dihabiskan biaya Rp50 ribu untuk perjalanan dinas di dalam desa untuk setiap orang, sementara ke kota Kecamatan yang jaraknya tidak sampai 10 kilo meter dari desa termasuk ke Kota Kabupaten yang butuh waktu hampir seharian itu biayanya Rp250 ribu untuk setiap orang.

“Kalau kita hitung kasar saja, misalkan ada 1000 (seribu) perjalanan dinas di dalam desa selama tahun 2020, berarti sudah Rp50 juta yang habis. kalau ada 5 orang perangkat desa yang melakukan perjalanan dinas dalam desa, masing-masing melakukan 200 kali perjalanan dinas. Sementara yang kami tahu, kepala desa lebih banyak tinggal di Kupang dan jarang ada di kantor desa atau di tengah-tengah masyarakat.” katanya.

Baca Juga  Sejumlah Pemuda Manubelon Cium Aroma Korupsi Dana Desa

Sehingga, Dia melanjutkan, jika perjalanan dinas dalam desa sudah habiskan Rp50 juta, berarti masih terdapat 200 perjalanan dinas ke kota kecamatan dan kabupaten.

“Kalau 5 orang perangkat yang selalu jalan ke kota kecamatan atau kabupaten, berarti masing-masing melakukan 40 kali perjalanan dinas. Jadi hampir setiap hari sepanjang tahun mereka melakukan perjalanan dinas karena ke kota Kabupaten itu tidak mungkin satu hari. Begitu kembali dari kota kabupaten langsung lanjut dengan berbagai perjalanan dinas ke kota kecamatan dan dalam desa. sementara yang kami tahu, mereka juga jarang-jarang masuk kantor. Kalau ternyata hampir semua anggaran perjalanan dinas itu untuk kepentingan perjalanan ke kota kabupaten karena mereka jarang di desa, berarti ada lebih dari 200 perjalanan dinas. Ini pasti ada sesuatu.” Katanya.

Baca Juga  Stefen Tallo: Guru Perlu Kembangkan Diri Agar Tidak Terseleksi Sistem

Karena itu, Dia menambahkan, pihaknya berencana untuk mendesak para anggota BPD untuk secepatnya menggelar forum yang melibatkan mereka sehingga hal tersebut bisa didiskusikan, dievaluasi, dan diperbaiki.

Apalagi, lanjutnya, juga masih ada hal lain dalam kegiatan pembangunan di desa tersebut yang mesti dievaluasi untuk dibenahi sehingga BPD mesti responsif menyikapi keinginan mereka.

“Kita mesti duduk bersama sehingga ke depan, bukan hanya anggaran yang habis banyak dan tidak efektiv karena hanya untuk perjalanan dinas, tapi kinerja perangkat desa juga bagus karena waktu tidak habis hanya untuk jalan.” harapnya. (Noldi Kana)

Komentar

News Feed