google.com, pub-1400615731964576, DIRECT, f08c47fec0942fa0
oleh

Alkitab Tak Akan Tergantikan

Akhir-akhir ini handphone menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidup seseorang. Dari usia kanak-kanak hingga usia lansia, semua mulai menggantungkan hidup pada handphone. Terlebih bagi kalangan para remaja, handphone tidak pernah bisa dilepas.

Pada umumnya kita menganggap hal ini sebagai persoalan sepele, namun banyak sekali dampak-dampak negatif yang ditimbulkan. Salah satunya, para remaja lebih senang membawa handphone di bandingkan Alkitab ketika pergi ke gereja atau pun tempat ibadah lainnya.

Dengan alasan di dalam handphone sudah tersedia aplikasi Alkitab dan Kidung Jemaat. Namun pada kenyataannya hal tersebut bukanlah alasan yang tepat. Faktanya kebanyakan para remaja lebih memilih mengamati layar handphonenya di bandingkan mendengarkan pendeta/pemimpin Ibadah yang sedang memberitakan injil kebenaran.

Baca Juga  Dilema | Puisi Zhindi Klali

Mereka lebih senang menarik ulur beranda pada media sosial dari pada membaca Alkitab.
Jika hal ini terus dibiarkan, maka seiring berjalannya waktu, para remaja akan lupa pada Alkitab dan lebih mengandalkan handphone saja. Sungguh Miris Sekali!

Perlu ditegaskan “ALKITAB TAK AKAN PERNAH ADA PENGGANTI” sekalipun zaman sudah berubah.

Apa salahnya membawa Alkitab ke gereja dan rumah-rumah ibadah?

Baca Juga  Menyerah Bukan Pilihan | Puisi Zhindi Klali

Kegunaan aplikasi Alkitab yang tersedia pada handphone android dapat kita gunakan ketika dalam keadaan mendesak saja. Ingat seperlunya saja, bukan mengandalkan handphone sebagai pengganti Alkitab.

Alkitab merupakan harta terbesar kita sebagai umat Kristen, lalu mengapa handphone yang selalu dibawa ke gereja dan rumah-rumah ibadah?.

Handphone memang penting dan sangat bermanfaat bagi kita. Banyak hal instan yang dapat kita peroleh di sana. Namun bijaklah dalam menggunakannya. Ada waktu untuk membuka kitab suci dan ada saat untuk menggunakan handphone.

Baca Juga  SMAN 1 Afatar Gelar Lomba dan Pertandingan, Temanya Fun and Sporty

Bukan menggurui, tapi hanya sekedar mengingatkan saja. Mungkin tulisan ini terlihat membosankan, tetapi saya hanya menulis kata hati ketika keadaan sudah tak bisa ditoleransi lagi. Mari mengintropeksi diri dan mengubah kelakuan yang selama ini menyimpang. Jadilah remaja yang bijak.

 

Oleh: Zhindi Klali, Kelas X SMAN 1 Amfoang Utara.

Komentar

News Feed