Kembangkan Kepemimpinan Murid, SMAN 1 Ambal Dukung OSIS, Ekskul dan Kokurikuler Berbasis Budaya

SMAN 1 Amfoang Barat Laut (Ambal) di Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kepemimpinan murid. Upaya ini sejalan dengan agenda penguatan Profil Pelajar Pancasila yang menekankan pada pembentukan karakter, pengembangan minat, serta keterampilan siswa melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler.

Kepala SMAN 1 Ambal, Yohanis B. Kikhau kepada media ini pada Rabu (3/9/2025) siang menegaskan, kegiatan pembelajaran di kelas tetap menjadi prioritas utama yang dilaksanakan sesuai arahan kurikulum nasional maupun Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), namun pihak sekolah juga merancang berbagai program ekstrakurikuler dan kokurikuler yang diharapkan mampu menjadi ruang ekspresi, wadah kreativitas, sekaligus sarana penguatan karakter siswa.

“Kegiatan ekstrakurikuler yang telah kami jalankan secara konsisten antara lain Pramuka, Drumband, program OSIS, serta berbagai lomba dan pertandingan dalam agenda class meeting setiap akhir semester.” urai Yohanis yang menjabat sebagai kepala SMAN 1 Ambal sejak 2021 setelah pindah dari sekolah sebelumnya, SMKN 1 Ambal.

Sesuai penjelasan Yohanis, kegiatan kepramukaan menjadi salah satu ekstrakurikuler yang didukung penuh. Sejak 2022, kegiatan kepramukaan mulai aktif dan berkembang. Bahkan, sejak 2023 hingga 2025, SMAN 1 Ambal secara konsisten menggelar camp tingkat sekolah di setiap akhir semester. Tidak hanya di tingkat sekolah, para siswa juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Raimuna tingkat Kabupaten Kupang, seperti Raimuna III tahun 2023 di SMAN 2 Kupang Timur, Raimuna IV tahun 2024 di SMAN 1 Nekamese, dan Raimuna V tahun 2025 di SMAN 1 Amfoang Utara.

Yang menarik, pada 2023, SMAN 1 Ambal juga mengirimkan satu siswa bersama seorang guru pendamping untuk ikut serta dalam Raimuna Nasional di Cibubur, Jakarta Timur. Yohanis bahkan sudah memiliki rencana jangka panjang: pada 2028 mendatang, jika masih dipercaya memimpin SMAN 1 Ambal, dirinya ingin memberangkatkan lima siswa dan dua guru pembina ke Raimuna Nasional.

Ekstrakurikuler Drumband yang mulai berjalan sejak 2023 juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi para guru dan siswa di SMAN 1 Ambal. Siswa kelas X dan XI dilibatkan aktif, mereka juga selalu tampil pada berbagai acara penting di sekolah, termasuk penyambutan tamu istimewa. Yohanis mengakui, kegiatan ekstrakurikuler drumband tidak hanya menambah warna dalam kegiatan sekolah, tetapi juga melatih disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri siswa.

Sementara itu, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMAN 1 Ambal pun tidak kalah hidup. Para pengurus OSIS mendapatkan dukungan penuh, baik dalam bentuk anggaran maupun ruang ekspresi. Mereka diberi kebebasan untuk mendesain program kegiatan, mengembangkan dinamika organisasi, dan membangun iklim kepemimpinan yang sehat.

Dinamika yang positif dalam kegiatan OSIS sebenarnya tidak lepas dari peran pembina OSIS sebelumnya, Gusty A. Haupunu, yang juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan sejak kuliah S1 dulu. Dinamika OSIS di SMAN 1 Ambal dibiasakan berjalan demokratis, sehingga menjadi wadah latihan kepemimpinan yang sesungguhnya bagi siswa.

OSIS SMAN 1 Ambal bahkan memiliki program sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. Salah satunya adalah pembentukan sejumlah komunitas belajar (Kombel) di berbagai titik untuk mendampingi anak-anak SD dalam kegiatan baca, tulis, dan hitung. Selain itu, OSIS juga aktif menggelar kampanye pelestarian lingkungan, baik melalui edukasi langsung kepada masyarakat maupun dengan menyebarkan poster ajakan menjaga alam. Setiap akhir semester, OSIS ikut berperan sebagai motor penggerak dalam pelaksanaan lomba dan pertandingan antar kelas. OSIS SMAN 1 Ambal benar-benar hidup dan memberi pengaruh positif yang nyata.

Selain ekstrakurikuler, SMAN 1 Ambal juga mulai konsisten menerapkan kegiatan kokurikuler untuk siswa kelas X dan XI. Kokurikuler merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menjadi jembatan antara teori pembelajaran di kelas dan praktik nyata di lapangan. Pada tahun pelajaran 2025/2026, SMAN 1 Ambal menetapkan tema “Kearifan Lokal” bagi kelas XI dan “Kewirausahaan” bagi kelas X.

Dalam praktik kokurikuler bertema kearifan lokal, sekolah memfokuskan pada kegiatan menenun dan kerajinan tangan. Tidak sekadar melatih keterampilan, kegiatan  kokurikuler juga diarahkan untuk mengasah kemampuan literasi siswa melalui penugasan menulis artikel maupun membuat presentasi bergambar.

Gusty A. Haupunu saat mendampingi Yohanis ketika menemui media ini menjelaskan , dalam melaksanakan kegiatan kokurikuler, siswa dibekali materi dasar sebelum diberi tugas kelompok, dan kemudian setiap kelompok menghasilkan artikel dan presentasi yang menjelaskan perkembangan tenun di Amfoang, lengkap dengan sejarah, ragam motif, hingga peralatan yang digunakan.

Gusty menyampaikan, hasil kegiatan kokurikuler sungguh membanggakan karena siswa tidak hanya mendeskripsikan peralatan tenun, tetapi juga menuliskan nama-namanya dalam bahasa Dawan Amfoang disertai penjelasan fungsi masing-masing alat.

Gusty optimis, melalui kegiatan kokurikuler ini, siswa SMAN 1 Ambal tidak hanya belajar keterampilan praktis, tetapi juga dilatih untuk peduli terhadap budaya dan lingkungan sekitar karena siswa diajak memahami bahwa menjaga warisan lokal bukan sekadar kebanggaan, melainkan tanggung jawab bersama.

Optimisme yang ditunjukkan Gusty sejalan dengan semangat Yohanis dan rekan-rekan gurunya yang lain dalam mengembangkan kepemimpinan murid di SMAN 1 Ambal. Di tengah keterbatasan fasilitas di pelosok Amfoang Barat Laut, SMAN 1 Ambal menunjukkan bahwa semangat dan visi besar bisa melampaui keterbatasan sehingga sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ladang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kecintaan pada identitas budaya sendiri.

Kepala sekolah Yohanis B. Kikhau menegaskan bahwa kerja sama erat dengan para guru serta dukungan dari masyarakat melalui komite sekolah menjadi kunci keberhasilan berbagai program yang mereka laksanakan di sekolah, yang sepenuhnya mereka orientasikan untuk mengembangkan kepribadian dan karakter kepemimpinan murid.

Yohanis menegaskan, dengan dukungan rekan-rekan gurunya, mereka juga sekaligus ingin menunjukkan bahwa melalui ekstrakurikuler dan kokurikuler, SMAN 1 Ambal tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas, tetapi sekaligus sebagai tempat pengembangan diri yang bermakna bagi para siswa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *