Gelar Kokurikuler Tema Kearifan Lokal dan Kewirausahaan, SMAN 1 Ambal Minta Siswa Tenun dan Tulis Artikel

SMAN 1 Amfoang Barat Laut (Ambal) telah berusaha untuk konsisten menerapkan kokurikuler bagi siswa kelas X dan XI. Kegiatan kokurikuler merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan karakter, pengembangan kompetensi, serta pemahaman kontekstual peserta didik melalui pengalaman belajar nyata.

Berbeda dengan ekstrakurikuler yang bersifat pilihan, kokurikuler dilaksanakan melekat pada proses pembelajaran di kelas dengan tema tertentu, sehingga menjadi jembatan antara teori dan praktik.

Pada tahun pelajaran 2025/2026, dalam pelaksanaan kokurikuler di SMAN 1 Ambal, kelas XI mengusung tema Kearifan Lokal sedangkan kelas X fokus pada tema Kewirausahaan. Tema tersebut menjadi landasan pembelajaran selama satu semester penuh.

Gusty A. Haupunu, salah satu guru di SMAN 1 Ambal kepada Suara Amfoang pada Sabtu (30/08/2025) sore menyampaikan, dalam implementasi kegiatan kokurikuler di sekolah mereka, terdapat dua fokus utama pada tema kearifan lokal, yakni praktik menenun dan kerajinan tangan, yang kegiatannya tidak hanya berorientasi pada keterampilan praktis, tetapi juga diarahkan untuk mengasah literasi siswa melalui penugasan menulis artikel maupun membuat presentasi bergambar.

“Dalam pembelajaran menenun dan kerajinan tangan, siswa terlebih dahulu menerima penjelasan materi, kemudian diberikan penugasan kelompok. Setiap kelompok diminta menghasilkan artikel atau presentasi bergambar yang menjelaskan perkembangan tenun di Amfoang.” jelas Gusty.

Hasilnya, ungkap Gusty, cukup menggembirakan karena para siswa berhasil menyusun artikel yang memuat sejarah perkembangan tenun, ragam motif, hingga peralatan yang digunakan.

Produk kokurikuler para siswa.

Gusty mengungkapkan, yang lebih menarik adalah siswa tidak hanya mendeskripsikan peralatan menenun, tetapi juga menuliskan nama setiap alat dalam bahasa Dawan Amfoang disertai penjelasan fungsi dan kegunaannya.

Gusty juga menyampaikan, melalui kegiatan kokurikuler, pihak SMAN 1 Ambal berharap siswa semakin memiliki kepekaan budaya sekaligus tanggung jawab untuk merawat warisan dan produk lokal Amfoang.

Gusty menegaskan, penguatan literasi budaya dan keterampilan praktik kini merupakan salah satu langkah strategis pihak SMAN 1 Ambal dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dalam menjaga identitas daerahnya.

(Simon Seffi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *